Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar Luas hingga Cilegon, Penerbangan dan Aktivitas Warga Terdampak

Erupsi Anak Krakatau disertai lava fountain dan suara gemuruh yang terdengar di sejumlah wilayah.(TikTok@indomigorengy) sumber gambar: https://vt.tiktok.com/ZSq6FQKov/
CILEGON–Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berlangsung sejak Jumat, 4 September 2026, menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda. Dampaknya dirasakan di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, Sumatera Selatan, hingga Bengkulu. Kondisi ini memengaruhi aktivitas masyarakat, kualitas udara, layanan penerbangan, dan kegiatan pendidikan di beberapa daerah.

Berdasarkan pemantauan BMKG dan BBMKG Wilayah II, arah sebaran abu berbeda-beda karena pergerakan angin pada setiap lapisan atmosfer tidak sama. Pada Senin, 7 September 2026 pukul 05.00 WIB, abu pada lapisan rendah terpantau memengaruhi sebagian wilayah Banten, Jakarta, Jawa Barat, dan Lampung. Sementara pada lapisan yang lebih tinggi, sebarannya bergerak ke arah barat dan barat daya hingga wilayah Samudra Hindia, Bengkulu, Lampung, dan Banten.

PVMBG mencatat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung pada 5 September. Erupsi tersebut juga diduga menjadi salah satu sumber suara dentuman yang terdengar di beberapa wilayah pada 4 hingga 5 September. Seiring aktivitas vulkanik yang terus terjadi, wilayah yang berpotensi terkena dampak abu dapat berubah mengikuti perkembangan erupsi dan kondisi angin.

Penerbangan Terganggu, Sejumlah Bandara Ditutup

Abu vulkanik menjadi perhatian serius bagi dunia penerbangan karena keberadaannya di ruang udara dapat mengganggu keselamatan operasional pesawat. BMKG melalui Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta menerbitkan SIGMET secara berkala untuk memberikan peringatan kepada pihak penerbangan mengenai kondisi sebaran abu.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah bandara sempat ditutup sementara. Berdasarkan laporan yang ada, hingga delapan bandara terdampak penutupan operasional. Pemerintah kemudian menyiapkan Bandara Kertajati, Ahmad Yani, dan Juanda sebagai alternatif untuk membantu penerbangan yang terdampak.
Penyesuaian operasional tersebut dilakukan melalui koordinasi antara BMKG, AirNav Indonesia, otoritas bandar udara, pengelola bandara, dan berbagai pihak terkait dengan mengutamakan keselamatan penerbangan.

Abu Vulkanik Sampai ke Cilegon
Wali Kota Cilegon Robinsar membagikan masker kepada masyarakat akibat dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sumber gambar: https://share.google/c7TtKDHTdJJZH7mLw

Sebaran abu vulkanik juga mencapai Kota Cilegon. Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Cilegon Robinsar bersama Ketua TP PKK Kota Cilegon Alfi Rizki Aghnia Robinsar membagikan masker kepada masyarakat pada Minggu, 6 September 2026.
Masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan diimbau menggunakan masker. Pengendara sepeda motor juga dianjurkan menggunakan kacamata untuk membantu melindungi mata dari debu atau abu yang berterbangan.
Pemerintah Kota Cilegon meminta warga tetap tenang, menjaga kesehatan, dan mengikuti perkembangan informasi dari pemerintah serta instansi yang berwenang.

Menkes Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Paparan abu vulkanik dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan serta menyebabkan iritasi pada mata dan kulit.
Anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan dan kardiovaskular kronis perlu mendapatkan perhatian khusus. Warga yang harus keluar rumah dianjurkan menggunakan masker dan kacamata serta membersihkan tubuh dan pakaian setelah beraktivitas.
Kementerian Kesehatan telah mengaktifkan Health Emergency Operating Center (HEOC) dan menyiagakan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak. Berbagai kebutuhan medis, termasuk masker, oksigen, obat-obatan, dan perlengkapan penanganan gangguan kesehatan akibat abu vulkanik, juga disiapkan.

Pemantauan Dilakukan Selama 24 Jam
Informasi dan pemantauan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Sumber gambar: https://share.google/pTbz4HgfFM83wQVCg

BMKG terus mengintensifkan pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap atmosfer, penerbangan, serta wilayah laut di sekitar Selat Sunda. Pemantauan dilakukan menggunakan berbagai instrumen dan berkoordinasi dengan PVMBG-Badan Geologi serta instansi terkait.
Berdasarkan pemantauan pada 6 September 2026, sensor tsunami gauge di sekitar Selat Sunda tidak menunjukkan adanya anomali muka air laut yang signifikan. BMKG juga mencatat fenomena gangguan geomagnetik dan petir vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas erupsi.
Masyarakat diminta untuk tetap waspada tanpa perlu panik dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan terbaru mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik sebaiknya selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG, PVMBG, Kementerian Kesehatan, dan pemerintah daerah.

Referensi

Detik.com. (7 September 2026). Abu Anak Krakatau Masih Menyebar, Ini Wilayah Terdampak Senin 7 September.

https://inet.detik.com/science/d-8651511/abu-anak-krakatau-masih-menyebar-ini-wilayah-terdampak-senin-7-september

CNN Indonesia. (7 September 2026). Fakta-fakta Erupsi Gunung Anak Krakatau hingga 8 Bandara Ditutup.

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260907073341-20-1400837/fakta-fakta-erupsi-gunung-anak-krakatau-hingga-8-bandara-ditutup

Diskominfo Kota Cilegon. (7 September 2026). Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai ke Cilegon, Robinsar Bagikan Masker kepada Warga.

https://berita.cilegon.go.id/baca/Abu-Vulkanik-Gunung-Anak-Krakatau-Sampai-ke-Cilegon,-Robinsar-Bagikan-Masker-kepada-Warga/20260907/MTQ0NjEx

Kementerian Kesehatan RI. (6 September 2026). Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Menkes Meminta Masyarakat Batasi Aktivitas di Luar Rumah.

https://kemkes.go.id/id/abu-vulkanik-anak-krakatau-menyebar-menkes-meminta-masyarakat-batasi-aktivitas-di-luar-rumah

BMKG. (6 September 2026). BMKG Terus Pantau Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau.

https://www.bmkg.go.id/siaran-pers/bmkg-terus-pantau-dampak-erupsi-gunung-anak-krakatau


Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url